Rabu, 23 Juni 2021

Proses Design dan Life Cycle Basis Data

 Nama  :  Muhammad Alvin Brianda

Npm     :  20312044

Kelas    :  IF 20 E

Proses Design dan Life Cycle Basis Data 

 

Proses Design Sistem Basis Data

Basis Data biasanya merupakan salah satu bagian dari suatu system informasi yang besar antara lain terdiri dari:

1.      Data

2.      Perangkat lunak DBMS

3.      Perangkat keras komputer

4.      Perangkat lunak dan system operasi komputer

5.      Program-program aplikasi

6.      Pemrogram, dll


Proses Design Basis Data

1. Pengumpulan dan analisa requirement

2. Design basis data conceptual

3. Pemilihan DBMS

4. Mapping dari conceptual ke logical

5. Physical Design

6. Implementasi


Proses Design Basis Data (contd)

Keenam phase dalam proses design tidak perlu dilaksanakan secara mutlak, mungkin ada umpan balik antar phase dan dalam masing-masing phase.


Proses Design Paralel

Proses design terdiri dari dua proses yang parallel yaitu:

1.proses design dari data dan struktur dari basis data (data driven)

2.proses design dari program aplikasi dan pemrosesan basis data (process driven)

 

Mengapa Harus Paralel

Karena kedua proses tersebut saling bergantungan.

Contoh:

1.Menentukan data item yang akan disimpan dalam basis data tergantung dari aplikasi basis data tersebut, juga dalam menentukan struktur dan akses path.

2.Design dari program aplikasi tergantung dari struktur basis datanya.

3.Biasanya condong ke salah satu

 

Phase 1: PengumpulanData &  AnalisaRequirement

-Pengidentifikasian group pemakai dan area aplikasi Penelitian kembali dokumen-dokumen yang sudah ada yang berhubungan dengan aplikasi form, report, manual, organization chart, dsb

-Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan dari pemrosesan, seperti tipe transaksi, input/output, frekuensi suatu transaksi, dsb

-Transfer informasi informal kedalam bentuk terstruktur menggunakan salah satu bentuk formal dari requirement specification (bentuk diagram) seperti Flow Chart, DFD, UML Diagram, dll. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan ke konsistenan, ketepatan, dan kelengkapan dari spesifikasi

.

Phase 2: Design Conceptual

Phase 2A: Design Conceptual  Schema

-High level data model, bukan implementation

-level data model

-Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasan.

-Conceptual schema bersifat tetap

-Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis.

 

Review Model Data

# Model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan / menggambarkan data, relasi-relasi (hubungan) antar data, semantic (makna) data & konsistensi konstrain (batasan) data.

# Model data dibagi menjadi:

-High level (conceptual) data models

*Menyediakan konsep tentang bagaimana users memahami / menjabarkan / memetakan data-data

*Konsep yang menggunakan entities, attributes, dan relationships.

-Representational (implementation) data models

*Menyediakan konsep yang dipahami oleh end users

*Model basis data tradisional yang menggunakan relational data model

-Low level (physical) data models

*Menyediakan konsep yang menjabarkan detail bagaiman adata disimpan (stored) dikomputer.

 

Phase 2: Design Conceptual (contd)

Phase 2A: Design Conceptual Schema

-Harus bersifat:

-Mampu menyatakan relationship, batasan-batasan

-Diagram

-Formal, minimum dalam menyatakan spesifikasi data (tidak ada duplikasi)

-Simple

-Conceptual data model harus DBMS independent ER/EER

 

Strategi untuk Design Schema

# Top Down:

-mulai dengan beberapa high level entity type

-bagi lagi (top down) menjadi beberapa lower

-level entity type dan relationship type

#  Bottom Up:

-mulai dengan atribut

-kelompokkan menjadi entity type& relationship type

-tambahkan relationship

-relationship baru bila ada

 

Strategi untuk Design Schema (contd)

Inside Out:

-bentuk khusus dari bottom-up

-mula-mula ditentukan entity type yang merupakan pusat / bagian terpenting

-tambahkan entity type dan relationship lain yang berhubungan satu sama lain.

 

Strategi untuk Design Schema (contd)

# Mixed:

-requirement dibagi-bagi menggunakan strategi top down

-sebagian dari schema di-design dari partisi-partisi menggunakan strategi bottom-up

-bagian-bagian dari komponen-komponen tersebut kemudian digabungkan.

 

Phase2b: Design Transaksi

-Pada saat suatu basis data di-design, aplikasi dari transaksi utama harus sudah diketahui

-Transaksi-transaksi baru dapat didefinisikan kemudian

-Tentukan karakteristik dari transaksi dan periksa apakah basis data sudah memuat semua informasi untuk melaksanakan transaksi.


Phase2b: Design Transaksi (contd)

# Transaksi dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu:

-retrieval

-update

-mixed

#Phase 2a dan 2b sebaiknya dilaksanakan secara parallel dengan menggunakan umpan balik agar di dapat design schema dan transaksi yang stabil

 

Phase 3: Pemilihan DBMS

Pemilihan DBMS ditentukan oleh sejumlah factor antara lain:

-faktor teknis : storage, akses path, user interface, programmer, bahasa query

-faktore konomi :software, hardware, maintenance, training, operasi, konversi, teknisi, dll

-faktor organisasi : kompleksitas, data, sharing antara plikasi, perkembangan data, pengontrolan data.

 

Phase 4: Mapping dari Data Model

-Memetakan conceptual model kedalam DBMS

-Menyesuaikan schema dengan DBMS pilihan

-Hasil pemetaan biasanya berupa DDL

 

Phase 5: Physical Design

# Struktur storage, akses path untuk mendapatkan performance yang baik

# Kriteria baik dapat dilihat dari:

-response time

-pemakaian storage

-throughput (jumlah transaksi per unit waktu)

# Perlu tuning untuk memperbaiki performance berdasarkan statistic pemakaian.

 

Phase 6: Implementasi Sistem Basis Data

-DDL dan SDL dari DBMS dikompilasi membentuk schema basis data dan basis data yang masih kosong

-Basis data dapat dimuati (di-load) dari system yang lama

-Transaksi dapat diimplementasikan oleh program aplikasi dan dikompilasi Siap dioperasikan.

Senin, 08 Maret 2021

Konsep Basis Data

 Struktur Basis Data (konsep basis data)


1)   Definisi Basis Data
Definisi Basis Data dibedakan menjadi 2, yaitu secara kharfiah dan istilah.
  
a) Secara kharfiah
data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai suatu markas basis atau tempat berkumpul. Data merupakan representasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
    
b) Secara istilah 
basis data diartikan sebagai, Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yangdiorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

Menurut Elmasriistilah basis data lebih dibatasi pada arti implisit yaitu Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata. Misalnya basis data perbankan, perpustakaan, pertanahan, perpajakan

2)   Komponen Basis data.
Terdapat 6 komponen pokok pembangun sistem basis data antara lain :

  1. Perangkat keras (hardware) dalam sistem komputer. Sistem pengolah yang utama.
  2. Perangkat Lunak Aplikasi (software) lain yang mendukung  dan bersifat opsional. Digunakan untuk mendukung proses pengelolaan basis data. Misal: bahasa pemrograman C, basic pascal.
  3. Sistem Operasi (operating system). Merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola aplikasi basis data dan penggunaan sumber daya komputer.
  4. Basis data data lain yang mempunyai keterkaitan dan hubungan dengan basis data itu sendiri. Berisi objek-objek basis data seperti file, table, indeks .
  5. Sistem Pengelola Basis Data Database Management System atau database managemen system (DBMS). Merupakan program aplikasi untuk pengelolaan basis data, seperti Microsoft acces, oracle dan lian-lain
  6. Pemakai (user), yaitu pengguna yang terlibat dalam pengelolaan basis dan penggunaan basis data.
3)   Sistem manajemen basis Data

      Sistem manajemen basis data merupakan sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen-komponen fungsional yang saling berhubungan secara bersama-sama, bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau pekerjaaan tertentu. Merupakan gabungan antara basis data dan kumpulan program atau perangkat lunak DBMS (database management system).

      DBMS didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternatif penggunaan secara khusus untuk aplikasi, misalnya penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.

Gambar Konsep system basis data dan DBMS


4)    Tujuan dan Manfaat Penggunaan basis data
Beberapat tujuan penggunaan basis data adalah sebagai berikut :

  1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed) , pengguna dapat melakukan penyimpanan, perubahan dan menampilkan kembali dengan cepat dan mudah.
  2. Pengulangan atau redundansi data. Hal ini dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling berhubungan.
  3. Keakuratan (Accuracy), melalui basis data data keakuratan data lebih terjaga dengan menerapkan aturan dan batasan tertentu (constraint), tipe data, domain data dan keunikan data.
  4. Ketersediaan (Availability). basis data data yang sudah tidak dipakai dapat dipisahkan dari sistem database yang sedang aktif sehingga menghemat ruang penyimpanan. Selain itu dapat memanfaatkan teknologi jaringan komputer agar data yang berada di suatu lokasi atau cabang dapat juga diakses oleh lokasi atau cabang lainnya.
  5. Kelengkapan (Completeness). Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun  waktu. Hal ini dapat dilakukan melaluipenambahan record-record data, perubahan struktur basis data, menambah field pada tabel atau menambah tabel baru.
  6. Keamanan (Security). Setiap pengguna dibedakan hak aksesnya; yakni ditentukan obyek-obyek mana saja yang bisa diakses dan proses apa saja yang bisa dia dilakukan.
  7. Kebersamaan (Sharability). Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai) dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru.

    5)   Pengguna dalam Basis data

 Pada tingkat pemakai, data base dikelompokkan menjadi beberapa tingkat antara lain sebag berikut:

  1. Database Administrator, yaitu orang yang mengorganisasi seluruh sistem basis data dan memiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database. Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin.
  2. Database Designer, yaitu orang yang bertugas merancang dan mengembangkan database. Database designer bertanggung jawab dalam identifikasi data dan menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database.
  3. Application Programmer, ialah penggunaa yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML). DML meliputi program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk yang dipakai.
  4. End user, adalah adalah pengguna yang memanfaatkan atau membutuhkan akses ke database melalui query, manambah, merubah menghapus maupun membuat report database. End user dapat dikategorikan:  
a) Casual end users atau pengguna tak tetap atau user mahir.
b) Native atau parametric end users atau user umum. Prngguna yang pekerjaannya selalu konstan yaitu melakukan query dan update data.
c) User khusus (Specialized User). Pengguna yang menulis aplikasi basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.
d) Sophisticated atau end users. Pengguna yang melengkapi kwbutuhan database use, seperti enginner, scientist, business analyst.
e) Stand-alone users. Pengguna user yang mengelola personal database.
    6)  Operasi-Operasi dasar manajemen basis data

         Operasi dasar yang berkenaan dengan basis data yaitu:

    1. Pembuatan basis data baru (create database), adalah proses dengan pembuatan lemari arsip baru.
    2. Penghapusan basis data (drop database), adalah proses perusakan lemari arsip, sekaligus isinya jika ada.
    3. Pembuatan table baru ke suatu basis data (create table), proses penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang telah ada.
    4. Penghapusan table dari suatu basis data (drop table), proses perusakan map arsip lama yang ada di sebuah lemari arsip.
    5. Penambahan / pengisian data baru di sebuah basis data (insert), proses penambahan lembaran arsip ke sebuah map arsip.
    6. Pengambilan data dari sebuah table (retrieve / search), proses pencarian lembaran arsip dalam sebuah map arsip.
    7. Pengubahan data dalam sebuah table (update), proses perbaikan isi lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.
    8. Penghapusan data dari sebuah table (delete), proses penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.
    7)   Pengenalan File tabel record dan field

    Dalam manajemen basis data, data disimpan dalam bentuk file.
    Record atau baris dalam model rasional formal disebut tuple, adalah kumpulan data yang terdiri dari 1 atau lebih field. Dan terdiri dari bermacam macam tipe data. Field atau kolom dalam model rasional formal disebut attribute, adalah kumpulan  data yang menyimpan sejenis untuk setiap tabel.

    Kamis, 14 Januari 2021

    Definisi dan Perbedaan Antara Threads dan Processes.

     

    Definisi Proses

    Prosesnya adalah pelaksanaan suatu program dan melakukan tindakan yang relevan yang ditentukan dalam suatu program, atau itu adalah unit eksekusi di mana suatu program berjalan. Sistem operasi membuat, menjadwalkan dan mengakhiri proses untuk penggunaan CPU. Proses lain yang dibuat oleh proses utama dikenal sebagai proses anak.

    Suatu operasi proses yang dikendalikan dengan bantuan PCB (Process control Block) dapat dianggap sebagai otak dari proses tersebut, yang berisi semua informasi penting mengenai suatu proses seperti id proses, prioritas, keadaan, PWS dan isi register CPU .

    PCB juga merupakan struktur data berbasis kernel yang menggunakan tiga jenis fungsi yaitu penjadwalan, pengiriman dan penyimpanan konteks.

    • Penjadwalan - Ini adalah metode pemilihan urutan proses dalam kata-kata sederhana memilih proses yang harus dieksekusi terlebih dahulu dalam CPU.
    • Pengiriman - Ini mengatur lingkungan untuk proses yang akan dieksekusi.
    • Simpan konteks - Fungsi ini menyimpan informasi mengenai suatu proses ketika akan dilanjutkan atau diblokir.

    Ada beberapa kondisi tertentu yang termasuk dalam siklus hidup proses seperti siap, berjalan, diblokir, dan diakhiri. Status Proses digunakan untuk melacak aktivitas proses secara instan.

    Dari sudut pandang programmer, proses adalah media untuk mencapai eksekusi bersamaan dari suatu program. Proses utama dari program bersamaan menciptakan proses anak. Proses utama dan proses anak perlu berinteraksi dengan masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

    Operasi interleaving dari proses meningkatkan kecepatan komputasi ketika operasi i / o dalam satu proses tumpang tindih dengan aktivitas komputasi dalam proses lain.

    Properti dari Proses:

    • Pembuatan setiap proses termasuk panggilan sistem untuk setiap proses secara terpisah.
    • Suatu proses adalah entitas eksekusi yang terisolasi dan tidak berbagi data dan informasi.
    • Proses menggunakan mekanisme IPC (komunikasi antar proses) untuk komunikasi yang secara signifikan meningkatkan jumlah panggilan sistem.
    • Manajemen proses mengkonsumsi lebih banyak panggilan sistem.
    • Setiap proses memiliki memori tumpukan, dan tumpukan, instruksi, data dan peta memori.

    Definisi dari Thread

    Utas adalah eksekusi program yang menggunakan sumber daya proses untuk menyelesaikan tugas. Semua utas dalam satu program secara logis terkandung dalam suatu proses. Kernel mengalokasikan tumpukan dan blok kendali ulir (TCB) untuk setiap utas. Sistem operasi hanya menyimpan stack pointer dan status CPU pada saat beralih di antara utas dari proses yang sama.

    Thread diimplementasikan dalam tiga cara yang berbeda; ini adalah utas tingkat kernel, utas tingkat pengguna, utas hibrida. Utas dapat membuat tiga negara berjalan, siap dan diblokir; itu hanya mencakup keadaan komputasi, bukan alokasi sumber daya dan keadaan komunikasi yang mengurangi overhead switching. Ini meningkatkan concurrency (paralelisme) maka kecepatan juga meningkat.

    Multithreading juga dilengkapi dengan demerits, Multiple threads tidak menciptakan kompleksitas, tetapi interaksi di antara mereka tidak.

    Sebuah utas harus memiliki properti prioritas ketika ada beberapa utas yang aktif. Waktu yang didapat untuk eksekusi masing-masing untuk utas aktif lainnya dalam proses yang sama ditentukan oleh prioritas utas.

    Properti sebuah Thread:

    • Hanya satu panggilan sistem yang dapat membuat lebih dari satu utas (Proses ringan).
    • Thread berbagi data dan informasi.
    • Thread berbagi instruksi, wilayah global dan heap tetapi memiliki tumpukan dan register tersendiri.
    • Manajemen utas tidak menggunakan atau lebih sedikit panggilan sistem karena komunikasi antar utas dapat dicapai menggunakan memori bersama.
    • Properti isolasi dari proses meningkatkan overhead dalam hal konsumsi sumber daya.

    Perbedaan Kunci Atau Yang Mendasari Antara Proses dan Thread yaitu:

    1. Semua utas program secara logis terkandung dalam suatu proses.
    2. Suatu proses berbobot berat, tetapi utas berbobot ringan.
    3. Suatu program adalah unit eksekusi yang terisolasi sedangkan utas tidak terisolasi dan berbagi memori.
    4. Utas tidak dapat memiliki keberadaan individu; itu melekat pada suatu proses. Di sisi lain, suatu proses dapat eksis secara individual.
    5. Pada saat berakhirnya utas, tumpukan yang terkait dapat dipulihkan karena setiap utas memiliki tumpukan sendiri. Sebaliknya, jika suatu proses mati, semua utas mati termasuk proses.

    Minggu, 27 Desember 2020

    SEJARAH PERKEMBANGAN RAM SERTA JENIS JENIS NYA

     Pengertian RAM Penemu RAM-RAM adalah kepanjangan dari Random Access Memory yang ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Robert Dennart. RAM ini berfungsi sebagai media atau tempat penyimpanan sementara, dan sekaligus mendukung proses kerja dari Prosesor. Semakin besar kapasiti RAM maka semakin cepat pula kerja dari komputer tersebut.


    RAM pertamakali diproduksi secara besar-besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sinilah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM memerlukan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4.77MHz, dengan waktu akses memori sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik)

    Perkembangan RAM dari SDRAM hingga DDR.

    1. DRAM (Dynamic Random Access Memory)
    Padan tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. Diberi nama Dynamic kerana jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbaharuai informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, iaitu antara 4.77MHz hingga 40MHz.



    2. FPRAM (Fast Page Mode Random Access Memory)
    FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali dilancarkan, memori jenis ini terus mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini "DRAM" saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja sebagai sebuah indeks atau daftar isi.




    Ketika sistem memerlukan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu, FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detik. Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286,386 serta sedikit 486.

    3. EDO RAM (Extended Data Output Random Access Memory)
    Pada tahun 1995, diciptakan memori jenis EDORAM ini yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20%. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, iaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersama kerana adanya perbezaan kemampuan.



    4. SDRAM (Synchtonous Dynamic Random Access Memory)
    Pada peralihan tahun 1996-1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama/sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosesor. Itulah sebabnya Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM).



    5. DR DRAM (Direct Rambus Dynamic Random Access Memory)
    Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeza sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM. Memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2.5volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1.6GB per detik. (1GB - 1000MHz)



    6. DDR SDRAM (Double Data Synchronous Random Access Memory)
    Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. 

    Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif sahaja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi balik pada gelombang positif mahupun gelombang negatif. Oleh kerana dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Synchronous Dynamic Random Access Memory.

    Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100-133 Mhz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200-266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kad grafik AGP berkecepatan ultra.Sedangkan penggunaan pada prosesor, AMD ThunderBird yang pertama kali memanfaatkannya. 



    7. DDR RAM (Double Data Rate)
    Pada tahun 1999 dua perusahaan besar microprosesor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, kerana ketika meningkatkan memory bus ke 133 MHz memerlukan memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (Double Data Rate Transfer) yang awalnya dipakai pada kad grafik, kerana sekarang anda boleh menggunakan hanya 32MB untuk mendapatkan kemampuan 64MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.



    8. DDR2
    Ketika memori jenis DDR (Double Data Rat) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logik dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori dan antaramuka grafik (Graphic Card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.

    Perbazaan ketara antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor mahupun grafik. 

    Selain itu, keperluan voltase DDR2 juga menurun. Jika pada DDR keperluan voltase tercatat 2.5 volt, manakala pada DDR2 keperluan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.

    Terkonologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antaramuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatible denfan memori DDR sehingga penggunaanya hanya boleh dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.



    9. DDR3
    RAM DDR3 ini memiliki daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan kerana DDR3 sudah menggunakan teknologi 90nm sehingga daya yang diperlukan hanya 1.5v lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR2 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu memindah data dengan clock efektif sebesar 800-1600MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200-53 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300MHz)

    Prototaip dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama lagi pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM.

    Senin, 07 Desember 2020

     Sejarah & Perkembangan Keyboard


    Komputer merupakan perangkat yang terdiri atas beberapa komponen yaitu hardware (perangkat keras) , software (perangkat lunak), dan juga si pengguna (brainware). Perangkat-perangkat tersebut khususnya hardware dan software mengalami perkembangan, mulai dari bagian fisik nya sampai kepada kegunaan dan manfaat nya.
    Dahulu orang banyak yang menggunakan mesin ketik baik yang biasa maupun mesin ketik listrik. Nah, keyboard mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi dengan mesin ketik. Perbedaannya terletak pada hasil output atau tampilannya. Bila kita menggunakan mesin ketik, kita tidak dapat menghapus atau membatalkan apa-apa saja yang sudah ketikkan dan setiap satu huruf atau simbol kita ketikkan maka hasilnya langsung kita lihat pada kertas. Tidak demikian dengan keyboard. Apa yang kita ketikkan hasil atau keluarannya dapat kita lihat di layar monitor terlebih dahulu, kemudian kita dapat memodifikasi atau melakukan perubahan-perubahan bentuk tulisan, kesalahan ketikan dan yang lainnya. Seperti juga “mouse”,keyboard dihubungkan ke komputer dengan sebuah kabel yang terdapat padakeyboard. Ujung kabel tersebut dimasukkan ke dalam port yang terdapat pada CPU komputer.
    Keyboard adalah Alat input yang digunakan untuk mengetik informasi ke dalam komputer dan menjalankan berbagai intruksi atau perintah ke dalam komputer. Penciptaan keyboard komputer diilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya dibuat oleh Christopher Latham tahun 1868 dan banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington. Berikut ini merupakan sejarah perkembangan keyboard dari masa ke masa:

    Keyboard  “QWERTY”

    Pertama, Keyboard jenis “QWERTY” yaitu keyboard yang di ilhami oleh penciptaan mesin ketik seperti layaknya papan tuts dan hingga sekarang tetap bertahan dan disenangi oleh penggunanya.
     Sholes dan Dunsmore, adalah pencipta Keyboard “qwerty” pada tahun 1860. Keyboard pertama yang mereka buat adalah keyboard dengan urutan abjad “ABCDEFG…”. Namun, dikarenakan kecepatan mengetik semakin cepat, dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, akhirnya lambat laun alat tersebut nampak kelemahanya pada setiap tombol yaitu sering mengalami macet yang membuat pekerjaan jadi terhambat. Dikarenakan adanya kelemahan tersebut, maka sekitar tahun 1873-1877 dibuatlah design keyboard baru yang di acak. Urutan tersebut yang telah dipatenkan oleh Remington kemudian disempurnakan sehingga tertatarapih seperti gambar di bawah ini.


    Keyborad “DVORAK”
    Semakin berkembangnya teknologi, keyboard pun berkembang menjadi lebih efisien dan mudah digunakan, salah satunya adalah Keyborad “DVORAK”. August Dvorak adalah Pembuat keyboard ini, sekitar tahun 1936. berikut ini tampilannya:


    Jika dibandingkan dengan keyboard tipe “qwerty”, mungkin lebih efisien memakai keyboard “qwerty”. kenapa? mungkin karena sudah terbiasa menggunakan keyboard “qwerty” yang juga merupakan mesin bawaan dari jaman dahulu.
    Keyboard KLOCKENBERG

    Keyboard yang dibuat untuk menyempurnakan jenis keyboard yang sebelumnya, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15 derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain itu, keyboard ini mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman. Peletakan keyboard seperti ini dapat  mengurangi beban otot pada jari jemari dan pergelangan tangan dan juga dirancang untuk mengurangi beban otot pada tangan dan bahu. Tetapi, dengan terpisahnya bagian kiri dan kanannya keyboard ini menjadikannya relatif lebih banyak memakan ruang,, yang membuat kita kurang leluasa. Seperti inilah tampilannya:



    Keyboard Maltron


            Selanjutmya, ada yang disebut dengan keyboard “Maltron”, keyboard ini mungkin merupakan keyboard yang berbeda bentuk dengan keyboard lainnya, karena keyboard ini dibuat agak cekung ke dalam. Produsen Maltron berpendapat bahwa pada dasarnya, ketika manusia mengetik dengan keyboard biasa hanya digunakan 8 jari dari sepuluh jari yang tersedia. Dan apabila tangan menggunakan keyboard biasa, maka jari tangan harus beradaptasi dengan bentuk keyboard tersebut. Menurut produsen Maltron Hal ini dapat menyebabkan RSI (Repetitive Stress Injuries). Tetapi, dengan menggunakan Maltron, keyboardnyalah yang akan menyesuaikan dengan tangan. Dengan bentuknya yang unik, Maltron menjamin kenyamanan jari tangan di saat mengetik sehingga tidak menyebabkan RSI bahkan bisa meningkatkan kecepatan mengetik sebab yang digunakan adalah 10 jari tidak seperti keyboard lainnya yang hanya menggunakan 8 jari. 

    Keyboard Chord
    Keyboard ini hanya mempunyai beberapa tombol antara 4 sampai 5. Cara untuk memasukkan suatu huruf yaitu harus menekan beberapa tombol secara bersamaan. mungkin kita akan sedikit mengalami kesulitan ketika menggunakan keyboard ini karena kita harus tahu dahulu tombol kombinasi mana yang akan kita gunakan ketika akan meng input sebuah huruf. Walaupun kecepatannya tinggi namun kurang populer, dan waktu pemakaian yang lama akan menyebabkan kelelahan pada tangan. Berikut tampilannya:


    Keyboard cord ini mempunya beberapa macam jenis, yaitu:
    Keyboard Palantype
    Tata letak Keyboard palantype ini di bagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pada bagian kiri menunjukkan konsonan awal sebuah kata, bagian tengah menunjukkan kelompok vokal dan bagian kanan menunjukkan kelompok konsonan terakhir dari sebuah kata atau suku kata.


    Pada gambar di atas terlihat bahwa tidak seluruh konsonan ada disana, konsonan tersebut dapat disajikan dengan menggunakan kombinasi beberapa tombol yang ada seperti pada keyboard chord.

    Keyboard Stenotype
    Selanjutnya, ada yang di sebut keyboard stenotype. Steno adalah jenis tulisan singkat yang sering digunakan untuk mencatat ucapan seorang. Jenis tulisan seperti ini paling banyak digunakan oleh para wartawan untuk mencatat hasil wawancara nya dengan lebih cepat. Papan ketik stenotype mempunyai keunggulan yang hampir sama dengan papan ketik palantype, dimana kita bisa meng input data lebih cepat.

    Keyboard Alphabetik
    Sesuai dengan namanya, keyboard alphabetik adalah keyboard yang penyusunan huruf nya berurutan seperti pada urutan alphabet. Tetapi keyboard alphabetik ini tidak dapat menyaingi popularitas tata letak QWERTY, yang biasanya hanya ditemui pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak dimana fungsinya sebagai bahan belajar mengenal huruf alphabet. Namun, Bagi pengguna yang bukan tukang ketik,  tata letak keyboard alphabetik ini cukup membantu.walaupun dari hasil pengujian, tata letak seperti ini justru memperlambat kecepatan pengetikan.



    Keyboard Numeric
    Keyboard Numeric terdiri atas angka dan arrow key. Untuk memasukkan bilangan dalam jumlah yang besar, orang lebih suka menggunakan tombol numerik (numeric keypad) karena tata letak tombol-tombolnya dapat dijangkau dengan tangan. Keyboard Numeric ini juga biasa ditemukan di bagian kanan keyboard. Jika lampu indikator num lock menyala maka tombol ini berfungsi sebagai angka. Jika lampu indikator num lock mati maka tombol ini berfungsi sebagai arrow key. Ada juga yang berpendapat bahwa Numeric Keypad/ tombol numerik merupakan bagian khusus dari keyboard yang berisi angka yang berfungsi untuk memasukkan data berupa angka dan operasi perhitungan. Struktur angkanya disusun menyerupai kalkulator dan alat hitung lainnya.


    Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa, ada berbagai macam keyboard. mulai keyboard “qwerty” sampai keyboard “alphabetik”. Mungkin kita baru mengenal keyboard “qwerty” dan “alphabetik” saja, ada juga keyboard numeric karena sudah biasa melihat nya di bagian kanan keyboard. Tapi menurut saya keyboard “qwerty” lah yang lebih populer  karena memang jenis keyboard itulah yang sedang populer saat ini dan banyak di jumpai di berbagai alat elektronik yang biasa kita pakai, yaitu komputer, laptop, dan handphone.

    Daftar Pustaka

    Rabu, 02 Desember 2020

    SEJARAH & PERKEMBANGAN SCANNER

    gambar-scenner

     

    Pengertian scanner

    Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat diubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar. Scanner merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu, digunakan untuk mengambil citra cetakan (gambar, foto, tulisan) untuk diolah atau ditampilkan melalui komputer. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan komputer sebagai data digital Data yang telah diambil dengan scanner itu , bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi computer computer yang mengenali teks ASCII. Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

     Fungsi Scanner

    Fungsi Scanner yaitu perangkat yang berkerja dengan memindahkan sebuah data atau beberapa objek yang terdapat di atas lensa scanner ke dalam memori penyimpanan komputer. Jadi jika diatas lensa scanner terdapat sebuah kertas yang berisi teks ataupun gambar, maka data tersebut akan di pindahkan ke dalam komputer dengan secara keseluruhan.Seiring perkembangan jaman, scanner tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemindai. Sekarang telah hadir scanner multi fungsi  yang merupakan seperangkat scanner yang di dalam sudah terdapat fungsi printer, copy dan fax. Jadi fungsi scanner sudah lebih lengkap lagi, karena dengan memiliki sebuah scanner multi fungsi kita sudah dapat memfoto copy suatu dokumen baik dalam model hitam putih dan berwarna.

    Saat ini sudah ada banyak sekali merk scanner yang beredar di pasaran dan di antaranya scanner buatan dari merk Hewlett Packard, EPSON, UMAX, CANON dan masih banyak lagi yang lain dan yang membedakan dari tiap-tiap merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

    Sejarah  scanner

    Perkembangan scanner berawal pada tahun 1975, ketika Ray Kurzweil dan timnya menciptakan Kurzweil Reading Machine beserta software Omni-Font OCR (Optical Character Recognation) Technology. Software ini berfungsi mengenali teks yang ada dalam objek yang discan dan menerjemahkannya menjadi data dalam bentuk teks.

    Dari awal perkembangan itulah teknologi scanner berawal dan akhirnya terus berkembang sampai saat ini dengan teknologi yang semakin lama semakin maju. Kini scanner sudah dapat digunakan untuk menscan objek tiga dimensi dan film negatif.

    Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar. Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.

    Pada saat ini, scanner sudah semakin berkembang dengan pesat diantaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX , Panasonic, Samsung, Fujitsu, Lexmark dan masih banyak lagi brand scanner yang lainnya yang semakin berkembang dengan pesat seiring penemuan baru teknologi scanner.

    Penemuan scanner sangat terkait dengan perkembangan teknologi photography,fotokopi dan optical machine. Penemu scanner adalah Robert S. Ledley  lahir di Newyork, Amerika Serikat pada tahun 1926. Hingga akhirnya pada tahun 1943 lahirlah CT Scanner yang mampu memindai seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mesin temuannya itu di namakan Automatic Computerized Transverse Axial (ACTA).Demikian sejarah singkat penemuan scanner dan perkembangan scanner dari awal penemuannya sampai sekarang scnner baru dengan teknologi berbeda dan canngih telah ditemukan dan dikembangkan di dunia oleh berbagai Company seperti yang disebutkan di atas. 

    Kelebihan scanner

    1. Multi fungsi
    2. Tahan lama (awet)
    3. Kecepatannya bagus
    4. Hasil dari scanner dapat di modifikasi sesuai keinginan karena hasilnya ditampilkan dahulu pada monitor.
    5. Hasil scanner dapat disimpan dalam bentuk soft copy di computer, sehingga apabila ingin di edit kembali user tidak perlu menscan ulang.

      Kekurangan scanner

    1. Sering macet
    2. Tidak bisa meng-copy kertas HVS (karena kertas HVS kertasnya panjang )
    3. Kalau satu bermasalah yang lain jugak ikud bermasalah
    4. Apabila ingin memperoleh hard copy, hasil scanner harus di print terlebih dahulu sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dan tidak efisien, berbeda dengan mesin foto copy yang langsung menghasilkan output dalam bentuk hardcopy secara cepat dalam hitungan detik.
    5. Hasil keluaran scanner terkadang tidak lebih bagus dari hasil mesin fotocopy dan scanner juga memerlukan tinta yang mahal.

     Jenis-jenis scanner :

    1. scanner drum 

    scanner-drum

    Jenis scanner drum merupakan jenis scanner awal yang dikembangkan. Scanner drum masih menggunakan photomultiplier tubes (PMT) untuk membaca data gambar. Jenis ini meghasilkan kualitas tinggi jika dibandingkan dengan jenis scanner lainnya. Scanner drum mampu menghasilkan gambar dengan resolusi mencapai 24.000 ppi, yang brarti gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dan hig resolution. Meskipun memiliki kelebihan yang yang luar biasa, jenis scanner ini sudah jarang digunakan karena harganya relatif mahal. Tetapi, jenis ini masih digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan kualitas hasil terbaik seperti pada museum atau seniman.

    2.scanner flatbed 

    scanner-flatbed

    Disebut dengan scanner flatbed karena scanner ini memiliki bentuk datar dan rata seperti tempat tidur. Scanner flatbed merupakan jenis scanner yang paling umum digunakan dan banyak ditemui dalam dunia perkantoran maupun pribadi. Selain karena harganya yang relatif murah, jenis ini dapat dicirikan dari bentuknya yang persegi panjang. Memiliki sebuah papan penutup, dan lapisan kaca tempat meletakkan gambar. Untuk menggunakannya anda harus meletakkan gambar satu persatu untuk setiap pengambilan gambar.

    3. Atomatic Document Feeder (ADF) Scanner

    scanner-adf

    Merupakan scanner jenis roller yang ditujukan untuk penggunaan dokumen dalam jumlah yang banyak. Scanner ini memiliki wadah tersendiri untuk menyimpan dokumen yang akan di scan, lalu secara otomatis kesemua dokumen tersebut akan ditarik masuk ke dalam mesin Roller Scanner secara bertahap satu per satu. Jenis ini disarankan untuk perkantoran, namun memiliki harga yang relatif mahal.

    4. Scanner Manual Feeding

    scanner-manual

    Bentuk scanner ini sangat mungil, harganya pun relatif murah, antara 1 hingga 3 jutaan. Lensa tidak bergerak, tetapi kertasnya yang bergerak. Kertas yang akan di-scan harus dipilah dan dimasukkan 1 demi 1, tidak dapat ditumpuk begitu saja seperti pada printer. Kecepatan scanning model scanner seperti ini mencapai 3 halaman per menit. Scanner ini cocok untuk scanning puluhan dokumen, tetapi akan cukup melelahkan Anda bila digunakan untuk ratusan dokumen.

    5. Scanner Barcode

    scanner barcode.jpg

    Scanner barcode  merupakan scanner yang digunakan untuk memindah data yang disimpan dalam bentuk kode tertentu. Data tersebut kemudian disimpan dalam bentuk barcode. Scanner jenis ini sering digunakan untuk menyimpan data atau untuk penyimpanan keterangan tertentu. Kini jenis secanner ini juga banyak digunakan untuk industri retail misalnya saja untuk supermarket atau swalayan.

    6. scanner logam 

    scanner-logam

    Bukan hanya kertas saja yang bisa dipindai namun logam juga bisa dipindai yaitu dengan menggunakan scanner logam. Scanner jenis ini berfungsi untuk memindai adanya logam pada benda-benda tertentu.

    Beberapa jenis scanner tersebut sangat membantu masyarakat untuk memudahkan pekerjaan mereka. Scanner adalah salah satu alat penting yang harus dimiliki dalam perusataan atau instansi, demikian juga untuk membantu Anda.

    Perkembangan Scanner

    Sekarang ini scanner sudah banyak mengalami perkembangan baik dalam teknologi maupun bentuk scanner itu sendiri. Selain itu fungsi dari scanner juga telah banyak berkembang, sekarang sudah ada scanner yang digabungkan dengan printer, kemudian ditemukan juga teknologi scanner tanpa memerlukan tinta magnetic khusus. Serta ada juga nih scanner yang dapat digunakan tanpa harus terhubung dengan computer. Tidak dapat di pungkiri lagi kalau beberapa saat ke depan akan semakin banyak produk scanner yang lebih canggih lagi.

    Komponen-komponen yang ada pada scenner 

     

    Komponen-komponen yang dimaksud adalah komponen-komponen pada scanner flatbed. Komponen tersebut adalah :

    1. Alas kacaAlas kaca digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
    2. Sumber CahayaSumber cahaya berupa lampu dengan intensitas cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
    3. Sensor sinal pantulanJenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah sensor CCD(charge-coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa scanner.
    4. Motor Stepper dan pita  bergerigiKarena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
    5. Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca

     

    Proses Design dan Life Cycle Basis Data

      Nama  :  Muhammad Alvin Brianda Npm     :  20312044 Kelas    :  IF 20 E Proses Design dan Life Cycle Basis Data    Proses Design Sistem Ba...